Mahar adalah pemberian dari calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita sebagai bagian wajib dari proses akad nikah. Pemberian ini menjadi hak penuh istri dan tidak bisa diminta kembali oleh suami.
Banyak calon pengantin masih bingung membedakan mahar dengan mas kawin, padahal keduanya merujuk pada hal yang sama. Artikel ini membahas pengertian mahar, jenis-jenisnya, serta cara memilih dan mempersiapkan mahar agar tampil rapi saat akad.
Apa Itu Mahar dalam Pernikahan
Istilah mahar berasal dari bahasa Arab, al-mahr, yang berarti harta atau nilai yang diberikan mempelai pria kepada mempelai wanita. Mahar menjadi simbol keseriusan dan tanggung jawab pria dalam membangun rumah tangga.
Tidak ada aturan baku soal besaran mahar dalam pernikahan. Nilai dan bentuk mahar ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua calon pengantin, disesuaikan dengan kemampuan pihak pria.
Mahar dan Mas Kawin, Sama atau Berbeda
Mahar dan mas kawin merujuk pada konsep yang sama, hanya berbeda asal istilah. Mahar berasal dari bahasa Arab, sedangkan mas kawin adalah penyebutan dalam bahasa Indonesia untuk konsep yang sama.
Perbedaan yang sering muncul hanya soal konteks penggunaan. Mahar lebih sering dipakai dalam pembahasan syariat, sementara mas kawin lebih umum digunakan dalam percakapan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Jenis-Jenis Mahar yang Umum Dipilih Calon Pengantin
Bentuk mahar tidak harus berupa uang tunai. Berikut jenis mahar yang sering dipilih calon pengantin di Indonesia, antara lain:
- Mahar uang tunai, jumlah disesuaikan dengan kesepakatan dan kemampuan calon mempelai pria
- Mahar logam mulia, biasanya berupa emas batangan atau koin dengan berat tertentu
- Mahar perhiasan, seperti cincin, kalung, atau gelang yang juga bisa dipakai sehari-hari
- Mahar seperangkat alat shalat, pilihan yang dianggap sarat makna ibadah
- Mahar akrilik, yaitu uang tunai atau logam mulia yang disusun dan dikemas dalam bingkai akrilik agar lebih rapi dipajang saat akad
Kriteria Memilih Bentuk Mahar yang Tepat
Memilih bentuk mahar sebaiknya tidak hanya soal tampilan, tetapi juga kesepakatan dan kenyamanan kedua pihak. Beberapa kriteria yang bisa dipertimbangkan, antara lain:
- Kesesuaian dengan kemampuan finansial calon mempelai pria
- Nilai yang disepakati bersama, bukan ditentukan sepihak
- Kemudahan bentuk mahar untuk disimpan atau digunakan kembali oleh istri
- Tampilan mahar saat ditunjukkan di hadapan tamu dan keluarga
- Waktu persiapan, terutama jika mahar akan dikemas dalam bentuk khusus
Mahar Akrilik sebagai Pilihan Tampilan Mahar yang Praktis
Tren mahar akrilik semakin diminati karena bentuknya rapi dan mudah dipajang di pelaminan. Uang atau logam mulia disusun di dalam bingkai akrilik dengan desain yang bisa disesuaikan tema pernikahan.
Dari sisi praktis, mahar akrilik membantu calon pengantin menghindari kesan mahar yang berantakan saat ditunjukkan di depan tamu. Desain bingkai biasanya dibuat custom sesuai nama, tanggal, atau ornamen yang diminta pasangan.
Cara Mempersiapkan Mahar agar Tampil Rapi saat Akad
Persiapan mahar idealnya dilakukan jauh sebelum hari akad agar tidak terburu-buru. Berikut langkah yang bisa dilakukan, antara lain:
- Diskusikan bentuk dan nilai mahar bersama pasangan sejak awal
- Tentukan apakah mahar akan dikemas polos atau dalam bingkai khusus seperti akrilik
- Jika memilih mahar custom, siapkan desain atau referensi minimal beberapa minggu sebelum akad
- Lakukan konsultasi dengan penyedia mahar custom untuk memastikan desain dan bahan sesuai kebutuhan
- Pastikan mahar sudah siap dan dicek ulang beberapa hari sebelum hari pernikahan
Pertanyaan Seputar Mahar
Apa perbedaan mahar dan mas kawin?
Tidak ada perbedaan mendasar antara mahar dan mas kawin. Keduanya merujuk pada pemberian wajib dari mempelai pria kepada mempelai wanita, hanya berbeda istilah karena asal bahasa.
Berapa nilai mahar yang wajar untuk pernikahan?
Tidak ada nilai baku untuk mahar karena besarannya ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua calon pengantin. Yang penting, nilai tersebut disesuaikan dengan kemampuan calon mempelai pria dan tidak memberatkan.
Apakah mahar harus berupa uang?
Mahar tidak harus berupa uang tunai. Mahar bisa berupa logam mulia, perhiasan, seperangkat alat shalat, atau bentuk lain yang memiliki nilai dan disepakati kedua pihak.
Apa itu mahar akrilik?
Mahar akrilik adalah uang tunai atau logam mulia yang disusun rapi di dalam bingkai akrilik. Bentuk ini dipilih agar mahar terlihat lebih estetik saat dipajang di pelaminan.
Berapa lama waktu pembuatan mahar custom seperti mahar akrilik?
Waktu pengerjaan mahar custom umumnya berkisar 7 hingga 14 hari kerja, tergantung tingkat kerumitan desain. Sebaiknya pemesanan dilakukan jauh sebelum tanggal akad agar tidak terburu-buru.
Siapa yang berhak menentukan besaran mahar?
Besaran mahar ditentukan berdasarkan kesepakatan calon mempelai pria dan wanita. Pihak keluarga, termasuk orang tua, sebaiknya tidak ikut campur menentukan nilai mahar karena ini menjadi hak penuh calon mempelai wanita.
Memilih bentuk mahar yang tepat bisa membuat momen akad terasa lebih bermakna dan berkesan bagi kedua keluarga. Tampilan mahar yang rapi juga menambah nilai dokumentasi yang akan dikenang seumur hidup.
uMomen menyediakan mahar akrilik, selain itu juga melayani souvenir pernikahan, seserahan, hampers, dan undangan digital untuk kebutuhan acara Anda. Konsultasi desain mahar bisa dilakukan secara gratis melalui WhatsApp.
Jika Anda sedang mempersiapkan mahar untuk hari pernikahan, hubungi kami untuk konsultasi desain dan estimasi biaya tanpa komitmen.




